“Kurikulum Sejarah SMP dan SMA memerlukan renovasi. Mengingat manfaat sejarah kurang Mengena. Pelajaran sejarah terjangkit virus membosankan. Pelajaran sejarah bisa di bilang sebatas hafalan nenek moyang. Posisi sejarah sebagai pembangun karakter bangsa berubah menjadi ajang pencarian bakat menghafal. Jika terus di abaikan anak bangsa akan buta dengan bangsanya sendiri”
Mata pelajaran sejarah bukanlah sekedar dongeng. Sejarah membekali kita kemampuan mental yang sangat berharga yakni kemampuan menilai. Peranan sejarah sebagai alat untuk mengubah cara kita berpikir. Penggunaannya untuk meningkatkan kemampuan, bukan untuk mengingat nama, tempat, dan tanggal. Belajar sejarah membuat kita lebih baik dalam memahami, menilai dan mengambil sikap dengan hati-hati. Sejarah mengajarkan kepada kita cara-cara untuk menentukan pilihan, untuk memperhitungkan berbagai pendapat dan memperkaya daya kritis .
Makna sejarah begitu penting dalam persatuan bangsa Indonesia. Sejarah adalah pondasi awal pembentuk karakter bangsa. Mengutip perkataan Soekarno “jangan sekali kali melupakan sejarah”. Soekarno tahu bahwa bangsa Indonesia menjadi bangsa besar bila menghargai sejarahnya. Belajar sejarah berarti belajar pengalaman agar tidak terjerumus kepada kesalahan yang sama. Oleh sebab itu mata pelajaran sejarah wajib bagi SMP dan SMA. Meski diwajibkan mata pelajaran sejarah tidak dapat menghasilkan manfaatnya. Mata pelajaran ini tidak dapat meningkatkan rasa nasionalisme. Siswa SMP dan SMA menganggap hanyalah sebuah pelajaran hafalan semata. Perlunya pelajaran sejarah pun mulai diragukan.
Prasejarah materi aneh yang meragukan. Materi prasejarah penuh perdebatkan. Materi prasejarah terlalu sakral untuk tingkat SMP dan SMA. Bagi siswa, Materi prasejarah layaknya dogma sejarah. Siswa tidak tahu apa manusia purba itu benar ada atau tidak adanya. Dalam Kurikulum, prasejarah adalah materi pembuka. Siswa hanya menurut dan menghafalkan materi itu mentah-mentah. Ini menjadikan cara berfikir siswa yang keliru. Siswa mulai memikirkan bahwa sejarah hanya untuk dihafal.
Tradisi menghafal pun berlanjut. Materi demi materi hanya sebagai beban hafalan siswa. Apa guna sejarah jika cuma untuk dihafal?. Padahal sejarah indonesia begitu dramastis. Pengalaman sejarah Indonesia bisa digunakan sebagai sumbangsih kemajuan bangsa. Tapi faktanya sebaliknya. Siswa SMP dan SMA yang notabene penerus bangsa seakan menelantarkannya. Akibatnya mayoritas siswa tidak mengerti sejarah bangsanya sendiri seperti apa. Mereka hanya tahu fakta-fakta sejarah dan tidak mengerti apa sebab itu bisa terjadi. Pemahaman sejarah sesuai historiografi sangat rendah. Jika di biarkan penerus bangsa akan melakukan kesalahan yang sama dengan para pendahulunya. Indonesia akan berkutat di kesalahan yang sama.
Dalam mengajarkan mata pelajaran sejarah guru sejarah memerlukan inovasi. Mata pelajaran sejarah sedikit berbeda dengan mata pelajaran lain. Sejarah adalah mata pelajaran berbentuk cerita dari masa lalu tapi bukan masa lalu itu sendiri. Bentuk sejarah yang notabene adalah cerita ,seharusnya memiliki alur dan historiografi sendiri. Dalam mempelajari sejarah, alur sejarah itu lebih penting dari menghafalkan fakta. Jika siswa mengerti alur sejarah dia kemungkinan bisa tertarik dengan sejarah. Mengerti alur sejarah akan mempermudah penghafalan fakta sejarah. Guru sejarah harus menyesuaikan alur dalam menerangkan sejarah, Sebaiknya juga menghadirkan alat bantu berupa peta. Guru sejarah harus memiliki skill bercerita untuk membuat cerita sejarah itu hidup. Saat mata pelajaran sejarah harus disisipkan acara menonton film sejarah. Ini penting sebagai gambaran secara langsung bagi siswa. Siswa akan terimajinasi hingga menempatkan dia berada di dalam sejarah tersebut sebagai pelaku. Sesekali guru sejarah juga harus mengajak siswa ke musem kota.
Masalah cara pembelajaran sejarah yang unik membuat cara mengujinya pun harus unik. Ujian untuk sejarah lebih baik dengan ujian lisan dan ujian uraian dari pada ujian tulis pilihan ganda. Jawaban untuk pertanyaan sejarah itu spesifik bukan singkat. Ini sangat krusial, Ujian pilihan ganda itu menyebabkan siswa fokus menghafal. Pengetahuan sejarah siswa menjadi tidak dapat di ukur. Berbeda hal nya dengan ujian lisan dan ujian uraian. Segala trobosan saya tidak akan tercapai tanpa kerendahatian guru sejarah.
Tugas Guru sejarah harus membebaskan pikiran siswanya. Jawaban pertanyaan sejarah bukan hanya tertera dalam buku. Kebenaran motif pelaku sejarah itu terkadang misterius. Buku Standar untuk mata pelajaran sejarah tidak selalu memaparkan kebenaran. Standar kebenaran jawaban sejarah adalah pendapat yang logis beserta kejelasan fakta.
Penghapusan materi prasejarah harus di sertai solusi yang tepat. Solusi untuk menggantikan materi prasejarah adalah materi asal muasal bangsa Indonesia. Materi terlihat lebih rasional dan mudah dipahami. Materi tersebut adalah materi tentang Sejarah bangsa Austronesia. Dalam buku paket sejarah sedikit di paparkan namun tak pernah dijelaskan. Tema materi ini bisa menjadi inovasi cemerlang.
Belajar Sejarah bangsa Austronesia lebih bermanfaat daripada belajar prasejarah Indonesia yang meragukan. Belajar bangsa Austronesia membuat siswa sadar bahwa bangsanya pernah menjadi bangsa besar. Peran bangsa Austronesia dalam bidang pelayaran samudera adalah rahasia umum yang belum banyak di ketahui. Dengan belajar sejarah bangsa Austronesia siswa dapat mengerti banyak hal tentang bangsanya. Pengetahuan siswa jauh lebih luas dan lebih mengerti realita sekarang ini. Bila dijadikan kurikulum pengganti prasejarah sangatlah cocok untuk mengisi historiografi sehingga alur sejarah dapat terbentuk.
Belajar Sejarah bangsa Austronesia lebih bermanfaat daripada belajar prasejarah Indonesia yang meragukan. Belajar bangsa Austronesia membuat siswa sadar bahwa bangsanya pernah menjadi bangsa besar. Peran bangsa Austronesia dalam bidang pelayaran samudera adalah rahasia umum yang belum banyak di ketahui. Dengan belajar sejarah bangsa Austronesia siswa dapat mengerti banyak hal tentang bangsanya. Pengetahuan siswa jauh lebih luas dan lebih mengerti realita sekarang ini. Bila dijadikan kurikulum pengganti prasejarah sangatlah cocok untuk mengisi historiografi sehingga alur sejarah dapat terbentuk.

0 komentar:
Posting Komentar