Nggedabrus-nya Mahasiswa Unair


Professor Indonesia paling cerdas pun pasti dianggap “gila” bila berpikir lebih dari lima menit ketika menanggapi fenomena budaya Surabaya. Warga Surabaya gemar bercakap-cakap secara blak-blakan atau to the point. Wajar saja bahasa-bahasa nyeleneh semacam Nggedabrus, Nggacor, Nyocot atau Kemrungsung muncul sebagai istilah bagi orang yang suka berbicara bertele-tele atau omong kosong.
            Kebetulan sekali, Universitas Airlangga berada di Surabaya. Kata sumber antah berantah yang terlanjur menjadi gosip-gosip murahan, mahasiswa Universitas Airlangga itu terkenal cerdas-cerdas. Penulis sebagai mahasiswa Universitas Airlangga merasa tersanjung meskipun tahu jika kebanyakan  masyarakat menyakini dengan sepenuh hati bahwa jurusan di Universitas Airlangga cuma kedokteran.
            Sekali lagi kebetulan penulis bukan mahasiswa kedokteran. Penulis berasal dari jurusan yang mahasiswanya terkenal paling unik, antik, purba, aneh, nyeleneh dan asing bagaikan alien di kandang sendiri. Di sana banyak mahasiswa abadi mengaku mahasiswa baru dengan membanggakan gelar maba (baca: mahasiswa abadi) yang telah lama disandangnya. Penulis berharap masyarakat Indonesia mengetahui bila jurusan di Universitas Airlangga sangat beragam.
Penulis bingung terhadap pengetahuan kebanyakan masyarakat tentang Universitas Airlangga. Penulis sempat mencurigai beberapa orang yang masih mempertahankan argumen bahwa jurusan di Universitas Airlangga hanya kedokteran sebagai manusia-manusia terpilih yang diberi keajaiban oleh Tuhan. Manusia manusia terpilih itu senantiasa mengenang nostalgia ketika Universitas Airlangga masih bernama Nederlansch Indische Artsen School meskipun kenyataannya Tuhan menghendaki mereka lahir jauh sesudah peresmian pergantian nama universitas.
            Penulis merupakan mahasiswa jurusan ilmu sejarah Universitas Airlangga. Jurusan Ilmu Sejarah di Universitas Airlangga memang kurang populer. Penulis memakluminya karena peminat jurusan Ilmu Sejarah cukup langka. Penulis mengakui bahwa dirinya memilih jurusan Ilmu Sejarah karena sejak awal berminat memperlajari ilmu yang menurut remaja-remaja alay yang sok melankonis sebagai sebab utama problem gagal move on.
Mahasiswa-mahasiwa Ilmu Sejarah di Universitas Airlangga cukup menarik bila diamati lebih mendalam. Mahasiswa sejarah itu sangat romantis, bagaimana tidak?, fosil aja dirawat apalagi kamu!. Mahasiswa-mahasiswa sejarah juga terampil beretorika dari yang ilmiah hingga nggedarus. Salah satu mahasiswa nggedarus berasal dari Surabaya. Dia merupakan mahasiswa paling berbakat dalam nggedarus sehingga bergelar Professor Fiksi. Siapa pun yang berdiskusi dengannya pasti mengakui bahwa pikirannya sangat encer meskipun fakta sesungguhnya cuma omong kosong. Ada pula mahasiswa yang tampilannya kuno, muka usang dan rambut gondrong, katanya sih perwujudan identitas manusia-manusia spesial yang telah bertekad keras mencari arsip padahal sudah tahu bahwa mengumpulkan data pada ratusan lembaran arsip bagaikan mencari jarum di atas tumpukan jerami.
Bagi mahasiswa-mahasiswa bermental abad pertengahan, arca adalah berhala tapi bagi mahasiswa sejarah arca merupakan barang antik yang sangat bernilai. Kini pembaca tahukan seberapa sangar mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah. Namun, itu cuma penggalan cerita saja, masih banyak cerita-cerita aneh dan tidak masuk akal semisal kutukan setiap angkatan yang tidak boleh dipublikasikan.
Begitulah keadaannya, semoga pembaca paham karena penulis telah menghabiskan lima jam lamanya mengilmiahkan tulisan ini. Jangan kecewa jika belum bisa menerimanya dengan akal sehat sebab Anatole France (novelis terkenal) membela ketidakmampuan itu dengan mengatakan lelucon garing bahwa buku sejarah yang tidak mengandung kebohongan pastilah sangat membosankan.
Pembaca pasti semaking bingung, santai penulis pun begitu. Apalagi presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri berkata bahwa nabi (Muhammad, pen.) saja seorang pemimpin, tapi nggak sarjana kok!.

0 komentar:

Posting Komentar

Manda Firmansyah. Diberdayakan oleh Blogger.