Tampilkan postingan dengan label Pahlawan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan Islam. Tampilkan semua postingan

Liga anti-Turki Tempoe Doeloe




                 Barat Laut Anatolia, sebelah timur ibukota Byzantine bibit dari kekaisaran dunia muncul. Dua dekade terakhir abad ke 13, territorial Anatolia dikuasai oleh sekian banyak kerajaan kerajan kecil. Salah satu diantaranya adalah kerajaan Ottoman. Osman putra Erthugul memproklamirkan berdirinya kerajaan Ottoman[1].
                Osman dan pengikutnya adalah pengendara kuda yang ahli teknik penyerangan dadakan. Serangan ketika musuh tertidur lelap. Serangan Turki selalu offensif. Pengecut yang cerdik, Osman menyerbu musuh yang belum siap dan masuk ke sarang pertahanan sempurna ketika musuh bergerak. Pasukan Turki memanfaatkan gunung gunung untuk bersembunyi. Penunggang penunggang kuda memakai panah. Menghindari konfrontasi jarak dekat. Memanah musuh dari kejauhan jika berhadap hadapan langsung. Osman berhasil merebut benteng benteng Byzantine. Kaisar marah marah. Dia sangat jengkel. Satu detasemen pasukan lebih teratur dan disiplin dikerahkan. Osman mengentikan operasinya. Dia sudah cukup puas memegang kendali wilayah pinggiran Bytinia.
                Tentara Osman masih sebatas pengikut dari suku pengembara Turki. Militer Ottoman periode awal memang tidak cocok untuk serang terbuka. Serangan formal ke Nikaia mengalami kegagalan. Orhan, putra Osman dan Malhum, putri dari Darwis Edebali[2] naik tahta. Orhan mengepung Bursa. Kota menyerah akibat kelaparan pada tahun 1326 M. Bursa menjadi ibukota pertama Ottoman.
                Orhan dengan mudah menduduki Lepadion. Putra Orhan mendapatkan Ankara. [3]Emir menganeksasi emirat Turki dari Karesi. Memberi tanah sepanjang Dardanella, serta menambah pasukannya. Orhan menginjakkan kakinya di Eropa. Tanah penuh pergulatan politik kekuasaan. Militer Orhan sudah lebih mapan daripada masa Osman. Pasukan Turki sudah mampu memukul mundur Kaisar Andronikos III. Kegagalan kaisar dalam rencana merebut Bithynia dibarengi jatuhnya kota kota Byzantine lainnya. Ekspansi Turki masih berlanjut.
                Perang sipil Byzantine, perebutan kekuasaan adalah keberuntungan Orhan. Sepeninggalan Kaisar Andronikos III, Kaisar John VI Kantakouzenos bersaing dengan John V Palailogos memperbutkan kursi istana Kontantinopel. Kantakouzenos bersekutu dengan Turki. Menikahkan putrinya Theodora dengan Orhan. Kantakouzenos menyatakan dirinya sebagai kaisar sedangkan John V sebagai pengawas mitranya. Orhan mendapatkan wilayah Byzantine di Eropa dari pernikahan politisnya.
                Pecah perang antara John V dan Matthew putra Kantakouzenos. Orhan menyediakan benteng dibawah Sulaiman Pasha di semenanjung Gallipoli. Kantakouzenos turun tahta digantikan oleh John V. Kaisar baru tidak terikat perjanjian, Orhan melanjutkan kembali ekspansinya. Merampas wilayah sebelah timur Thrace dan Dhidhimoteichon. Murad I menggantikan Orhan yang meninggal pada tahun 1362 M.
                Murad I memperoleh sebagian kerajaan Germiyan setelah mengawinkan putranya Beyezid I. Emir menjadikan wilayah Hamid bagian dari kerajaannya. Ekspansi ke timur menjadi sebab peperangan dengan emirat Anatolia paling kuat. Murad I berduel dengan Alaeddin Ali. Dalam serangan balasan Murad I mengalahkan penguasa dinasti karamanid, mencopot Alaeddin Ali dari tahtanya.
                Serangkaian kesuksesan Murad I, membuatnya berkuasa di jalur perdagangan. Perdagangan terbuka hingga gerbang Ibukotanya, Bursa hingga Antalya. Kerajaan Ottoman semakin luas, kekayaan Murad I berlimpah ruah. Kekuasaan penuh atas Germiyan, Hamid hingga ke selatan belum memuaskan ambisinya. Keberhasilan diplomatik dan militer yang fenomenal di benua Asia, juga diulangi kembali oleh Murad I di benua Eropa.
                Sebuah kekalahan sementara menahan gerak laju pasukan Ottoman. Amadeo dari Savoy mengambil kendali Gallipoli. Paman Kaisar John V ini, sangat yakin usahanya mampu memblokade kekuatan Turki untuk selamanya. Kekuatan Turki akan terbagi menjadi dua, di Eropa dan Asia memungkinkan untuk mempermudah menghancurkannya. Namun, prediksinya keliru total. Tentara Murad tetap melanjutkan pencaplokan wilayah Byzantium dengan lebih bringas.
                Kaisar John V mencari sekutu. Dia melakukan perjalanan ke Roma, berharap memperoleh bantuan dari Paus. Pada kenyataannya, jerih payah Kaisar di tahun 1369 M tidak membuahkan hasil. Bala bantuan tidak kunjung datang. Kaisar Andronikos IV menyerahkan Gallipoli kepada Murad sebagai hadiah. Murad I berhasil membebaskan Gallipoli dari belenggu tentara Romawi.[4] Taktik licik yang dimainkannya terbukti sukses. Keputusannya untuk membantu Andronikos IV dalam perang sipil melawan ayah dan kakaknya adalah keberuntungan tidak terduga.
                Murad I memimpin pasukannya menduduki Andrianopel[5] yang strategis. Memberikan akses ke Bulgaria tengah, timur dan bagian barat Thrace. Turki terus merangsek memasuki Eropa. Eropa dalam kekhawatiran akan ancaman pendudukan Turki. Mendorong dua Raja,Serbia dan Macedonia membentuk aliansi antiTurki.  Mereka menyerbu pasukan Turki di tepi sungai Maritsa, Edirne tahun 1371 M. Murad I memperoleh kemenangan yang spektakuler. Raja Serbia dan Macedonia kehilangan nyawanya dalam pertempuran yang menengangkan itu. Kemenangan yang mengilhami serangan berikutnya. Penaklukan Thrace dan Macedonia terwujud melalui peperangan yang dashyat. Serangan kembali diluncurkan pada tahun 1372 M, empat tahun kemudian Turki berhasil merebut Thessaloniki[6].
                Keberhasilan militer yang menakjubkan itu membuat ngeri penguasa penguasa Balkan[7] lainnya. Tsar Shisman mengamankan kekuasaannya melalui cara diplomatik. Tsar Bulgaria yang ketakutan itu menikkahkan adiknya dengan Murad I. Perjanjian melalui ikatan perkawinan itu otomatis menjadikan Tsar Shisman pengikut Murad I. Pasukan elit Jennisari diperkirakan dibentuk oleh Murad I. Tentara elit yang menebar terror, mengantarkan Murad I menjadi penguasa yang ditakuti musuh musuhnya dan dihormati sekutu sekutunya.
                Tentara Turki terkenal hebat dan kejam terhadap lawan lawannya. Mesin perang ganas yang menyebabkan raja raja Kristen Eropa merinding. Merespon hal itu, Paus Gregory XI membentuk aliansi antiTurki. Dia menemui kegagalan, Gereja tidak mendapat dukungan dari kerajaan Kristen Eropa manapun. Giliran selatan Yunani, terancam bahaya serangan sporadis. Semula hanya berupa serangan tapi berakhir dengan penaklukan permanen.
                Penunggang kuda dengan jumlah relatif kecil mengobrak abrik musuh yang tersisa. Kota Verroia jatuh ke tangan Murad I, disusul Bitola. Pada tahun 1387 M lengkap sudah, seluruh Macedonia berada dibawah kendali Murad I. Pasukan Ottoman berjaya di Eropa. Terus melancarkan serangan serangan mematikan. Murad I memilih pergi ke barat daya tahun 1380 an M. Melakukan terror berdarah ke Epiros tahun 1386 M, memaksa Diktator Esau Boundelmonti menjadi pengikut Murad I.
                Murad I meneruskan perjalanan ke selatan menuju Peloponnesos. Murad I mencapai Peloponnesos satu tahun kemudian, lalu memusnahkan para pemberontak sebagai jawaban dari undangan Theodore, Diktator Byzantine di Mistra. Sementara itu, pasukan Turki melanjutkan penyerbuan ke Serbia. Satu persatu kota diambil alih. kota Sofia jatuh tahun 1385 M, sepanjang musim berikutnya nasib kota Nish mengikuti kota Sofia. Pasukan Turki pimpinan Vizier Ali Chandarli menerobos masuk pertahanan terdalam kerajaan Serbia. Pangeran Lazar menjawab tantangan itu dengan mengirim tentaranya. Serbia berhasil mematahkan nafsu Ottoman dengan perlawanan keras. Tentara Ottoman dipukul mundur di Plocnik pada musim panas tahun 1386 M. Kegagalan invasi menyelamatkan Serbia. Pangeran Lazar sedikit lega. Murad I menunda invasi yang lebih ekstrem selama tiga tahun. Demi mengamankan wilayahnya di Asia.
                Perluasan ke barat, melupakan sejenak ancaman dari timur. Alaeddin Ali merebut kembali jabatan emir Karaman. Kenyataan emir boneka yang ditunjuk Murad I tak mampu mempertankan dominasi politik Karaman. Alaeddin mendobrak pertahanan Ottoman di Timur. Murad I segera bertindak. Membawa pasukannya melintasi titik temu Benua Asia dan Eropa. Murad I penuh kekesalan datang ke Anatolia dengan tujuan menghukum Emir Karaman.
                Pengikut Murad I George Lazarevic Balsic, seorang penguasa Zeta meminta bantuan untuk menghacurkan pemerintahan Bosnia. Murad I mengirimkan pasukan Syahin untuk memenuhi tuntutannya. George Lazarevic Balsic membasmi tentara Raja Tvrtko di Bileca. Murad pribadi melakukan perjalanan untuk membalas dendam pada Serbia. Pada 15 Juni 1389 terjadilah pertempuran mengerikan di Kasovo. Pasukan Turki berhadap hadapan dengan tentara Lazar yang unggul dalam jumlah. Liga antiTurki turut menyumbang tentara. Bukan untuk persaudaraan sesama Kristen namun kepentingan mengusir Turki dari Eropa. Beragam pasukan dari berbagai kerajaan, mulai dari Serbia, Hungaria, Moldovia, Romania dll bahkan Prancis.
                Perang yang menetukan keberadaan Ottoman. Genderang perang berdentang keras, menggema, meneriakkan jeritan pembantaian. Darah darah bercucuran dimana mana. Kumandang takbir tentara Turki terkadang menyusutkan niat tentara musuh. Pertempuran maut dimenangkan Turki, tentara koalisi antiTurki kabur dari medan tempur ketika garda depan tercecer cecer disapu pasukan Turki dengan brutal. Pangeran Lazar tewas di medan tempur berdampingan dengan tentara setianya.
                Naas, Murad I ikut terbunuh, namun bukan di medan perang melainkan di tenda perkemahan. Menurut cerita yang beredar, Murad I ditusuk oleh seorang pemuda keturunan Serbia kemungkinan bekas tentara Lazar yang selamat, ketika sedang beristirahat.



[1] Kerajaan Osman, orang Eropa memanggilnya Ottoman. Dalam literature islam muncul dinasti Utsmaniyah
[2] Malhum adalah putri seorang penguasa yang menikahi Osman dengan alasan politis. Dia adalah putri Omer Beg, Beg merupakan gelar penguasa kota di Anatolia waktu itu.
[3] Menurut narasumber dari abad ke 14 menyatakan bahwa dari Osman hingga Murad masih menampilkan dirinya  seorang emir, belum sebagai sultan
[4]Kekaisaran Byzatium dapat disebut kekiasaran Romawi Timur, kekaisaran Romawi yang tersisa.
[5] Andrianopel atau Edirne.
[6] Thessaloniki, salah satu provinsi ottoman di tanah Yunani, orang barat menyebutnya Salonika atau Tsalonika.
[7] Balkan nama yang diberikan oleh orang orang Turki atas wilayah Eropa Timur yang memiliki banyak pegunungan. Balkan yang berarti pegunungan.
Manda Firmansyah. Diberdayakan oleh Blogger.