Tampilkan postingan dengan label Peracun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peracun. Tampilkan semua postingan

Black Death dan Stereotipe Biang Keladi



Abad keempat belas merupakan periode kesengsaraan Dunia Kristen Latin. Konflik konflik agama yang bernuasa duniawi atau perlombaan perebutan kekuasaan oleh raja raja rakus di benua sempit Eropa menewaskan ribuan manusia. Selama lebih dari 250 tahun sesudah masa transisi dari Era Klasik ke Era Keagamaan Eropa menggiatkan kembali perekonomian yang telah lumpuh. Raja raja membeli benih dan membagikan kepada para petani sehingga sektor pertanian mampu menunjang kebutuhan pangan. Jalur perdagangan dihidupkan lagi setelah mati suri, kota kota dagang pun muncul dan populasi penduduk bertambah. Ketertiban dan keamanan rakyat diperkuat di seluruh wilayah. Kepausan Vatikan menunjukkan kekuatannya sebagai pemegang tertinggi urusan spiritual Dunia Kristen. Semboyan “Eclesia Semper Reformanda” dibuktikan dengan reformasi pada segala bidang baik Gereja, Pendeta, Paus dll. Meskipun begitu, guncangan bencana menuai masalah berat yang mewarnai hari hari orang orang Barat yang menguji nilai kemanusiaan manusia.
Pada kenyataannya, kemakmuran yang menghinggapi Eropa Cuma berlangsung sementara. Peningkatan produksi pertanian tidak berlanjut, keterbatasan pengetahuan para petani tentang seni pengelolah tanah dan pertanian dengan penggunaan pupuk menyebabkan kekurangan pangan dan kekurangan gizi dari tahun 1302 M sampai 1317 M. Bencana sepanjang abad keempat belas menciptakan tragedi tragedi kemanusiaan yang menarik.
Periode ini dalam perspektif kontemporer dinamakan abad kegelapan yang penuh sesak dengan manusia manusia bodoh dan lalim. Serangkaian tuduhan mengerikan dilemparkan kepada dokter dokter Yahudi yang cerdas. Para dokter Yahudi kerapkali dituduh meracuni pasiennya tanpa bukti yang jelas karena keterbatasan pengetahuan kaum barbar beriman ini terhadap ilmu pengetahuan tentang pengobatan. Politik racun meracun dalam lingkungan istana memang sangat populer di Abad Pertengahan. Kudeta raja melalui pembunuhan dengan cara meracuni sulit untuk menemukan pelakunya. Apalagi beragam keterbatasan menyebabkan bukti konkret pembunuhan menjadi samar samar padahal pelakunya mudah ditebak, pelaku pembunuhan raja yang seharusnya dapat ditinjau dari siapa yang terlalu berharap kursi istana. Namun, untuk mengalihkan fokus terhadap ancaman saling menfitnah yang berdampak eksekusi mati maka kambing hitam pun diciptakan. Kambing hitamnya tetap saja orang Yahudi yang berprofesi sebagai dokter istana. Dalam kasus Kaisar Hugh Capet, Kaisar Charles yang Botak dan Ratu Elizabeth, dokter Yahudi merupakan korban dari intrik intrik politik kerajaan yang saling menikam. Martin Luther menulis catatan bahwa Jika mereka (orang orang Yahudi) bisa membunuh kita semua, mereka akan dengan senang hati melakukannya atau seing melakukannya, terutama mereka yang mengaku sebagai dokter. Mereka tahu semua yang diketahui tentang obat di Jerman. Mereka benar benar memahami seni meramu obat.
Obat dan racun yang praktis identik dengan abad pertengahan namun dalam konteks pemikiran dangkal melalui kesimpulan sederhana yaitu cabang ilmu sihir. Kematian misterius seperti keracunan dikaitkan dengan sihir, konon bahkan memperkerjakan pasukan gaib atau sensasi alam[1]. Sebuah laporan memperlihatkan desain tersembunyi skema perbuatan jahat Yahudi yang melahirkan wabah penyakit kusta di Prancis (1321 M). Gugatan palsu tentang surat berbahasa Ibrani yang ditemukan di Parhenay menjelaskan plot besar orang Yahudi yang berkerja sama dengan Moor Spanyol (Andalusia) untuk menghancurkan populasi Kristen di seluruh Eropa dengan cara meracuni sumur. Di Teruel (Aragon) seorang Kristen tertangkap basah melempar racun ke dalam sumur lokal. Interogator menyiksanya agar mengaku siapa yang menyuruhnya, dia pun mengaku orang orang Yahudi yang menyuruhnya. Sejarawan gereja St.Denis menceritakan bahwa seorang Yahudi kaya menyewa orang kusta untuk menularkan penyakitnya lalu menjual resep obat untuk menyebuhkan racun tersebut dengan harga mahal. Resep itu berisi darah manusia, air seni, tiga jenis tanaman herbal, tubuh Yesus Kristus, tambahan dari sumber lain yaitu kepala dan kaki kodok serta rambut perempuan.
Ratusan penderita kusta diperiksa dan kesaksian melimpah mengenai keterlibatan orang orang Yahudi dalam kasus scenario jahat tersebut. Menurut kesaksian plot meracuni sumur sumur berasal dari Raja Granada[2] yang mencari bantuan dari orang orang Yahudi. Dalam kesaksian para tukang sandiwara yang menjual harga diri demi nyawa berkata bahwa kaum Yahudi itu melakukan kerjasama dengan setan (orang kusta yang diasingkan dari masyarakat dan dianggap mengkhiati iman Kristen). Orang orang Yahudi akan membagikan tanah kepada penderita kusta jika rencana ini membuahkan hasil. Naskah kuno berupa laporan ini terbukti rekayasa karena arsip dekrit yang tertulis 21 Juni 1321 berbunyi pengorganisiran penangkapan dan hukuman bagi penderita kusta yang teribat, tanpa menyebutkan Yahudi. Meskipun terbukti tidak bersalah, Parlemen Paris di pengadilan tertinggi raja menuntut denda besar bagi orang orang Yahudi Perancis. Mereka juga diusir dari Perancis sebagai konsekuensi dari dugaan keterlibatan dalam skema jahat.
Penyakit Pes atau BlackDeath menenggelamkan Eropa dalam kehancuran, kutu pada tikus hitam membawa bencana menjijikkan. Kemunculan pertama diduga berasal Mongolia (1331 – 1332 M) lalu menembus Rusia kemudian menerobos pelabuhan pelabuhan laut hitam. Melalui para pedangang yang terinfeksi wabah tersebut menjalar ke Sisilia (1347) hingga mencapai Florence (April 1348 M). Krisis pangan di Eropa belum selesai namun sudah dihantam oleh wabah mematikan. 
Perancis dan Jerman mendapat giliran di bulan agustus, sementara Inggris merasakan hal yang sama beberapa saat setelahnya. Satu setengah hingga sepertiga dari penduduk Eropa binasa. Seluruh Eropa menelan pahitnya hidup sehingga membangkitkan kembali rumor yang sempat ditutup. Rumor tentang orang orang Yahudi meracuni sumur sumur lokal berubah konteks penyakit dari kusta menjadi Pes. Perusakan rumah rumah, pembantaian ribuan orang orang Yahudi dan pengusiran paksa adalah pemandangan wajar di Perancis, Jerman dan Inggris. Cerita cerita semacam itu menjelma sebagai kesan bahwa orng Yahudi berniat merobohkan Kristen Latin hingga akar akarnya.
Johannes Aventin (1337 M) mencatat bahwa orang Yahudi telah merencanakan untuk meracuni seluruh penduduk Kristen Jerman namun rencana mereka mengalami kegagalan. Pada tahun yang sama Dewan Kedua dari St.Ruf melarang perkawinan dengan orang Yahudi dan jasa dokter Yahudi. Setahun kemudian orang Yahudi mengadakan pertemuan di Benfeld yang membahas pelaksanaan peracunan semua sumur di Jerman hingga Italia.[3]Perancis Selatan bergejolak, membakar kota orang orang Yahudi berlanjut ke selatan, Pyrenees. Gelombang penganiayaan sadis terus berlangsung, rakyat yang sudah gelap mata mengamuk membabi butaBaru dapat disadarkan berkat usaha Paus Clement yang melarang kekerasan terhadap minoritas Yahudi (4 Juli, dipertegas lagi 26 September). Namun, nasib tragis menimpa orang Yahudi diluar kekuasaan Kepausan.  Sejumlah besar orang Yahudi dipenjara tanpa melalui pengadilan maupun penyidikan lebih lanjut.
Ada keanehan lain, stigma negatif yang melekat pada minoritas Yahudi malah dibenarkan oleh pengakuan dari seorang Yahudi seperti kasus di Chillon. Seorang ahli bedah Yahudi bernama Balavignus mengungkapkan bahwa beberapa orang Yahudi di Perancis Selatan menebarkan bubuk racun di sumur dan sungai yang biasanya digunakan warga Kristen untuk memasok air bersih. Balavigus bahkan menyebut nama mereka Jacob à Paskate dari Toledo, Peyret dari Chambéry, dan Aboget. Dia menambahkan keterangan bahwa racun bukan hanya diperoleh dari katak, kadal, laba laba dan daging manusia akan tetapi memiliki sumber lain yang paling berpengaruh yakni hati dan perilaku buruk orang orang Kristen Latin.
Penuturan Balavigus menggairahkan semangat berburu Yahudi. Teror melanda beberapa kota sebagai bukti kebingungan rakyat dalam mencari jawaban yang memadai atas asal usul wabah BlackDeath. Pada bulan November wabah beserta mitos mitos yang menyertainya memasuki wilayah Jerman. Sejumlah pejabat tinggi melaksanakan rapat darurat, Dewan dan Walikota sejumlah kota menerima laporan resmi berisi dugaan pengakuan orang orang Yahudi yang telah diintrogasi dengan bermacam macam penyiksaan bengis. Isu isu dan kisah kisah dari mulut ke mulut memperkuat laporan tentang liga Yahudi dari Basel, Freiburg dan Breisach bersama sama menyewa agen yang bertugas menebar racun di sumur dan sungai. Menurut laporan, orang orang Yahudi Basel juga meracuni mentega, anggur, dan bahan bahan pangan lainnya.
Pengakuan menumpuk perihal pendistribusi racun dari Dassel ke Westphalia, Lubeck, Prusia, Livonia, Stockholm bahkan hingga ke Swedia, terjadi lantaran tekanan mental dan menghindari eksekusi melalui pengalihan perhatian dengan pengakuan yang dibuat buat . Akibatnya jarang ditemukan Yahudi di sepanjang pantai Baltik dan tidak sama sekali dikenal di Skandinavia.
Pembantaian terhadap orang Yahudi tidak terelakkan lagi. Ratusan Yahudi tewas bersama jutaan tumpukan mayat penduduk Eropa. Kondisi ekonomi dan sosial yang kacau. Harga harga pangan membumbung tinggi disebabkan kemersotan produksi yang berdampak pada kelangkaan. Serangkaian pemberontakan mengalami keberlanjutan setelah terputus oleh kemakmuran semu yang berjalan sementara. Kerusuhan kerusuhan lokal mendominasi desa desa pedalaman. Tuan tanah sebagai penguasa masyarakat feodal bertindak sewenang wenang kepada para petani. Pemberontakan para petani Flanders adalah reaksi pemberlakuan kewajiban kewajiban manorial lama yang membebankan berbagai bentuk upeti melalui sistem peraturan tradisional.
Kerusuhan Jacquerie tahun 1358 M di Perancis merupakan penjarahan tentara yang menewaskan dua puluh ribu petani. Selanjutnya giliran petani Inggris yang melakukan perlawanan pada tahun 1381 M. Namun, keseluruhan pergolakan dapat ditumpas oleh superioritas militer kerajaan. Situasi krisis diwarnai penindasan bahkan kaum bangsawan menganggap para petani hanyalah pendosa yang menyerang sistem sosial yang telah ditakdirkan Tuhan. Pergolakan pergolakan lain turut mengisi Eropa Barat yang carut marut. Orang orang yang mendapatkan keuntungan dari pemberontak justru lebih bernafsu meraup keuntungan lebih dengan memprakarsai pemberontakan para pekerja di Florence (1378 M), para penenun di Ghent (1382 M), dan kaum miskin di Paris (1282 M).
Perancis sangat rentan terjadi semacam kerusuhan. Kesengsaraan hidup di Perancis berasal dari penguasa tiran yang terdesak. Kekuasaan Inggris yang menancap di tanah Perancis menjadi duri dalam daging. Persaingan dagang antar dinasti penguasa Inggris dan Perancis memperburuk hubungan hingga menimbulkan perang yang berlangsung selama lima generasi. Flanders sekarang dikenal sebagai Belgia merupakan penghasil wol yang diperebutkan. Perancis memiliki penduduk sekitar empat atau lima kali lebih besar dari jumlah penduduk Inggris, para ksatrianya mempunyai tradisi militer terlama dan kehebatannya mampu mendominasi Eropa Abad Pertengahan. Meskipun begitu, Inggris mengimbanginya dengan kekuatan maritime yang mengendalikan terusan Inggris, panah besar (longbow) dan keahlihan para pemanah Inggris yang terlatih bahkan bisa membidik seorang ksatria dari jarak dua ratus meter melalui celah sempit baju perang serta melontarkan beberapa anak panah dalam hitungan menit.
Crossbow milik pemanah Perancis membutuhkan waktu lama untuk melontarkan anak panah serta jarak yang dijangkau lebih pendek. Dalam Perang Seratus Tahun ini, Perancis menderita banyak kekalahan meskipun membawa tentara lebih besar hingga seorang gadis penunggu penginapan membangkitkan semnagat perajurit Perancis yang menyedihkan. John of Arc dituduh penyihir dan mati dibakar oleh kelompok Burgundi. Namun, berkat John of Arc yang memberanikan diri memimpin perang dan menyumbangkan kemenangan sehingga tanah tanah Perancis dapat direbut kembali dari tangan Inggris. Perang Seratus Tahun yang mengguncang Eropa Barat membinasakan dan menyengsarakan ribuan manusia masih mewariskan rentetan episode episode perang selanjutnya. Perang Bunga Mawar (1455 – 1485 M) di Inggris adalah reaksi rakyat atas kekalahan Inggris dalam perang Seratus Tahun dan anarki politik pada tubuh bangsawan kerajaaan sedangkan Perang Swiss –Burgundi (1474 -1477 M) berlangsung di dataran Eropa dimana Kerajaan Burgundi harus melawan aliansi Swiss-Perancis-Hasburg dalam upaya mewujudkan kebijakan ekspansinya. Burgundi adalah faksi Perancis yang membela Inggris setelah Perang Seratus Tahun berakhir, para petingi Burgundi memerdekakan diri.




[1] Sensasi alam adalah pemahaman mengenai berbagai masalah manusia yang dipengaruhi oleh kehendak alam dimana Tuhan turut campur sepenuhnya.
[2] Pada tahun 1321 M, Granada merupakan salah satu keemiran Islam di Spanyol, Andalusia. Provinsi terakhir yang bertahan dari proses Reconquista dari Proyek Agung Fredinand (Aragon) dan Isabella (Naverre) yang disponsori gereja.
[3] Sumber sumber keterangan tersebut diperoleh dari abad yang berbeda yakni Abad ke enam belas dimana kebencian terhadap Yahudi berada pada puncaknya. Kronik kronik berupa laporan diragukan kebenarannya dari sudut pandang kritik intern maupun ekstern. Cerita cerita tentang BlackDeath masih tergolong misteri, namun tuduhan terhadap orang Yahudi nampak serius untuk disampaikan, terbukti dari kumpulan arsip berupa dokumentasi laporan pertanggungjawaban Yahudi atas wabah yang merenggut jutaan jiwa.

Manda Firmansyah. Diberdayakan oleh Blogger.